[Senin, 27 Januari 2025]
Cibatu – Kab. Garut Jawa Barat: Yayasan Lawung Giri Pamukti melakukan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi dengan tema Meningkatkan Kapasitas Internal Organisasi untuk Kinerja yang Lebih Optimal. Kegiatan Pelatihan peningkatan kapasitas inimerupakan rangkaian dari pelaksanaan kegiatan Penciptaan Karya Kreatif dan Inovatif yang berjudul Penciptaan Seni Tradisional Kolaborasi pada Festival Atraksi Jampana Kabupaten Garut Jawa Barat. Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi pada Senin, 27 Januari 2025 dan bertempat di Ruang Pertemuan Dinas Girimukti yang berlokasi Desa Girimukti, Kecamatatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Penanggungjawab kegiatan ini dari Yayasan Lawung Giri Pamukti, Herman Hidayat menyampaikan kegiatan ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Dana Indonesiana.
Tujuan dari dilaksaanakannya kegiatan ini ditahap awal adalah untuk meningkatan kemampuan dan keterampilan pengurus dalam manajerial dan softskill untuk nantinya melaksanakan seluruh rangkaian pelaksanaan kegiatan penciptaan karya kreatif dan inovatif. Adapun Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Organisasi disi oleh narasumber dari pihak pejabat pemerintah dan pelaku seni dan budaya yang ada di daerah yaitu Bapak Ruhiat, M.Pd. dari pemerintahan yang membawakan materi kegiatan Pengelolaan Organisasi Seni dan Bapak Hilman Muhammad Ismail, M.Pd. dengan tema Peningkatan SDM Internal Organisasi.
“Kegiatan ini juga dianggap sebagai bentuk silaturrahmi antara pengurus yayasan dengan pejabat pemerintahan dan pelaku seni budaya yuang ada di daerah. Diawal kegiatan tentunya pihak pengurus yayasan menyampaikan maksud dan tujuan serta gambaran kegiatan kedepannya yang akan dilaksanakan. Hal ini akan lebih baik jika kita saling membantu dan berkolaborasi untuk menghasilkan kegiatan yang lebih maksimal” Ujar Penanggung Jawab, Herman Hidayat.

Penyampaian materi juga dilakukan oleh Bapak Ruhiat, M.Pd. tentang Pengelolaan Organisasi Seni. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam menjalankan organisasi seni. “Organisasi seni harus memiliki visi dan misi yang jelas agar dapat mengarahkan kegiatan dan pengelolaannya dengan efektif. Visi yang kuat membantu organisasi seni menentukan prioritas dan strategi jangka panjang. Misi yang jelas memungkinkan organisasi seni menjaga fokus dalam mencapai tujuan artistik dan sosialnya. Struktur organisasi yang baik membantu dalam distribusi tugas dan tanggung jawab secara efisien. Tata kelola organisasi seni harus berlandaskan transparansi dan akuntabilitas agar dapat berjalan dengan baik. Regulasi internal yang jelas mendukung kelancaran operasional organisasi seni” tutur Ruhiat, M.Pd.
Beliau juga menambanhkan pengelolaan sumber daya manusia yang baik akan meningkatkan kreativitas dan produktivitas dalam organisasi seni. Organisasi seni perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kolaborasi dan inovasi. Pelatihan dan pengembangan keterampilan bagi anggota organisasi sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing. Perencanaan Program dan Kegiatan, Program seni yang dirancang dengan baik dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan industri kreatif. Evaluasi rutin terhadap kegiatan seni memastikan relevansi dan efektivitas program yang dijalankan. Fleksibilitas dalam perencanaan program memungkinkan organisasi seni beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
Selain dari hal dasar yang tidak kalah penting juga ialah penggunaan Teknologi dan Digitalisasiyang dapat dimanfaatkan oleh Pengurus Yayasan Lawung Giri Pamukti untuk memaksimalkan dalam penyebaran informasi seni dan budaya. Teknologi digital dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan organisasi seni. Media sosial dapat digunakan untuk mempromosikan karya seni dan menjangkau audiens yang lebih luas. Sistem manajemen berbasis teknologi membantu organisasi seni dalam mengelola data, komunikasi, dan administrasi secara lebih efektif.

Kemudian Materi selanjutkan juga disampaikan oleh Bapak Hilman Muhammad Ismail tentang peningkatan SDM Internal organisasi. “Peningkatan sumber daya manusia (SDM) dalam organisasi merupakan faktor kunci dalam mencapai efektivitas dan keberlanjutan. SDM yang berkualitas tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mendorong inovasi dan daya saing organisasi. Oleh karena itu, organisasi perlu memiliki strategi pengembangan SDM yang terencana, termasuk pelatihan, peningkatan keterampilan, dan penciptaan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan individu.” Ucap Hilman Muhammad Ismail.
Salah satu langkah penting dalam peningkatan SDM adalah memberikan pelatihan dan pengembangan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Pelatihan ini bisa berupa workshop, seminar, atau program mentoring yang membantu karyawan atau anggota organisasi meningkatkan kompetensinya. Selain itu, organisasi juga dapat memanfaatkan teknologi digital dalam proses pembelajaran, seperti e-learning atau pelatihan daring, untuk memberikan akses yang lebih luas kepada seluruh anggota.
Selain pelatihan, motivasi dan kesejahteraan SDM juga harus diperhatikan. Organisasi perlu menciptakan budaya kerja yang positif, di mana setiap anggota merasa dihargai dan memiliki kesempatan untuk berkembang. Pemberian insentif, apresiasi terhadap kinerja, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi faktor penting dalam meningkatkan loyalitas dan semangat kerja anggota organisasi.
Penerapan sistem evaluasi kinerja yang transparan juga berperan dalam peningkatan SDM. Evaluasi ini memungkinkan organisasi untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan individu, serta memberikan umpan balik yang konstruktif untuk perbaikan ke depannya. Dengan adanya evaluasi yang terstruktur, organisasi dapat menyusun program pengembangan SDM yang lebih tepat sasaran dan efektif. Secara keseluruhan, peningkatan SDM dalam organisasi adalah proses yang berkelanjutan dan memerlukan komitmen dari seluruh pihak.
Sebagai Pengurus Yayasan Lawung Giri Pamukti juga sama-sama belajar untuk bisa mengoptimalkan potensi yang ada dalam diri, kerjasama antar pengurus dengan menjalankan komunikasi yang baik sehingga semuanya hal yang direncanakan dalam dilaksanakan dengan baik pula.





